Malam Pertama; Antara Taman Surga atau Pelataran Neraka

March 06, 2023

Oleh: Fadzilatunnisa

(http://waqarnafiibuyutikunna.blogspot.com)

Lembayung senja mulai berubah rona; sahutan isak kini berganti senyap..

Gelap!

Satu persatu langkah kaki terdengar menjauh; pergi..

Tak ada lagi yang dapat membersamai..

Sesak..

Tanah yang dulu diinjak kini menghimpit tanpa jarak..

Segala peringatan tentang kematian 'bernyanyi' tapi naasnya semua telah terkunci ...

Kuburan itu berkata "Aku bakar kafannya, kurobek badannya dan kesedot darahnya serta kukunyah dagingnya. Maukah kau kuberitahu apa yang kuperbuat dengan anggota badannya? ... Aku cabut (satu per satu dari) telapak tangannya, lalu dari tangan kelengan, dan dari lengan menuju pundak. Lalu kucabut pula lutut dari pahanya. Dan paha dari lututnya. Ku cabut pula lutut dari betisnya. Dari betis menuju telapak kakinya 

Sesak..

Rasanya belum lama sua dan cengkrama dengan keluarga usai tapi kini raga tak lagi ada pada dimensi sebelumnya..

Suasana semakin mencekam..

Hingga suara hentakkan itu meruntuhkan kesunyian..

"Siapa Rabbmu?"

"Apa agamamu?"

"Siapa lelaki yang pernah diutus kepadamu?"

Pada lisan yang Allah mudahkan kerana amal, Allah balas ia dengan kelapangan sejauh mata memandang lalu dihadirkan sosok harum lagi menawan hingga sang mayit terheran..

"Akulah amalmu; pelita gelap kuburmu"

Lalu sang mayit terhenyak, rasanya hilang semua lelah dan peluh dunia..

"Duhai Rabbi.. percepatlah hari akhir yang kau janjikan agar rinduku pada keluargaku dapat terobati "

Pada lisan yang tercekat di tenggorokan..

Tubuhnya terkoyak karena kemarahan "para utusan", sempit kuburan semakin sesak oleh durjananya panas neraka hingga terciumlah aroma busuk menyengat dengan wajah amat buruk.. "akulah.. maksiatmu" dan pada malam-malam hingga takdir akhir Allah putuskan. 

Pintanya serak "kumohon jangan berlakukan kiamat", setelah itu ia menjadi buta, tuli dan bisu.

--

Kematian tak dapat ditangguhkan..

Pilihannya hanya dua; kau mempersiapkan atau lalai lalu mati dalam penyesalan.. 

Pada malam pertama dalam kubur..

Niscaya yang akan kita rasakan adalah adzab atau nikmat..

Maka..

Resapilah sabda nabi yang diulang 3 kali kepada para sahabat "Berlindunglah kepada Allah dari adzab kubur" (Hr. Imam Ahmad)

You Might Also Like

0 Comments