Memandang Jauh ke Depan

March 06, 2023

 

Bismillahirrahmanirrahim....

Oleh: Shona Ummu Atharrayhan

Prank! Terdengar suara piring pecah dari arah dapur. "Uda...." Ucap Kakak (10th) dengan nada menyalahkan.

"Iya nggak sengaja, Uda nggak tahu kalau ada piring kaca di sana...." Kata Uda (6th) dengan perasaan bersalah.

Ummi masih diam mengamati dari kamar, ingin melihat bagaimana anak-anak menyelesaikan masalah. Meski sebenarnya kondisi Ummi juga sedang tidak fit (sesak).

Teteh (9th) berjalan menuju dapur melihat situasi yang terjadi. Lalu Kakak dan Teteh berinisiatif untuk membereskan piring yang pecah tersebut. 

"Pakai apa ya ngebersihinnya?" Tanya Kakak ke Teteh. 

"Pakai sapu sama sodok Kak." Lama belum menemukan solusi, Ummi menyahut dari kamar.

"Oh.. oke."

Uda pun ikut membantu. Namun qadarullah tangan Uda terluka. Akhirnya bersih-bersih dilanjutkan oleh Kakak dan Teteh saja. Beberapa waktu berlalu. Membereskan pecahan piring pun selesai. Lalu anak-anak masuk ke kamar Ummi.

Tiba-tiba Teteh nyeletuk lalu mulai bercerita. "Mi, sebenarnya Teteh tadi takut ngeberesin pecahan piringnya. Tapi Teteh tiba-tiba ingat kalau nanti jadi ibu harus bisa ngeberesin juga. Gimana kalau anak Teteh mecahin piring, tapi teteh nggak bisa beresin. Jadinya Teteh nguatin diri buat beresin." Jelasnya sambil sesekali bergidik. Ternyata usut punya usut, Kakak yang menguatkan Teteh untuk berani dan mengingatkan kalau nanti jadi ibu harus berani.

"MasyaAllah.. barakallahu fiik.... Iya ya Teh, sebagai seorang muslimah kita harus jauh memandang ke depan. Nggak hanya saat ini atau hanya memikirkan diri sendiri. Nggak hanya sebatas mempersiapkan diri bagaimana kalau Teteh di Madrasah nanti, tapi lebih jauh dari itu, bagaimana nanti Teteh menjadi istri dan juga ibu." Ummi pun terharu 💦

*Kurang improvisasi, karena lagi sesak. Baru keingetan pas nulis ini. Kenapa nggak bahas shahabiyah sekalian ya. Besok kita bahas ya nak ;)

You Might Also Like

0 Comments