PINTALAN KEBAIKAN

March 06, 2023

Oleh: Indra Fathiana

Saudaraku, kalau kau teteskan air matamu

Kau basahi pula nisanku dalam sunyi

Nyalakan lilin-lilin dari tulang-belulangku

Jalanlah terus ke kemenangan abadi.

[Sayyid Quthb]

***

AM, 45 tahun.

AK, 42 tahun.

HM, 40 tahun.

Dan kini, NS, sekitar 30 tahun.

Kematian memang tak pandang bulu. Bisa menimpa siapa saja, kapan saja, dimana saja. Tapi kematian beberapa orang di sekitar circle saya dalam 2 tahun terakhir ini seperti menegaskan, betapa kematian juga menghampiri teman-teman di usia produktifnya. Innalillaahi wa inna ilaihi raaji'uun.

Sebagian besar mereka tak saya kenal. Tapi lini masa media sosial dan perbincangan yang menghangat seketika dari teman-teman yang ditinggalkan, berhasil menghadirkan memori akan kebaikan-kebaikan yang dikerjakan almarhum-almarhumah semasa hidup. Dan memori itu tidak tercipta dalam 1 hari, melainkan terpintal dari rangkaian demi rangkaian amal baik yang konsisten : pribadi yang hangat, sosok yang disiplin dalam waktu, jiwa yang pemurah berbagi dan membantu sesama, otak yang cerdas, gagasan yang brilian, senang mengajak pada kebaikan, atau kepribadian yang tak saja kokoh tetapi juga menumbuhkan sekelilingnya.

Betapa kehilangannya kita. Tetapi Sang Pencipta jauh lebih sayang. Kepada kita yang ditinggalkan pun, Ia sajikan beragam pelajaran. Diwafatkan-Nya 1 orang baik. Namun insyaa Allah gugurnya meninggalkan banyak inspirasi untuk kita ambil pelajaran, sehingga kelak kita juga dapat mengikuti kebaikannya dengan cara masing-masing.

Jasad mereka mungkin mati. Tetapi pesan-pesan kebaikan yang tampil dari dirinya, menjelma kisah yang terrekam sejarah. Tinggallah kita, yang masih diberi kesempatan hidup, mesti bergegas memungut semangat yang mengalir agar tak redup sebelum kematian kelak jua menghampiri. 

***

Depok, 23.02.2023

_Cukuplah kematian sebagai nasihat_

@indra.fathiana

You Might Also Like

0 Comments