Pembelajaran Bahasa Indonesia Mengetuk Iman

March 06, 2023

Oleh: Leni Melvita

Apa yang terpikir teman-teman, ketika mendengar Bahasa Indonesia? 

Susah, bosan, mengarang, pelajaran yang tidak disukai, sebaliknya pelajaran yang paling disenangi atau hal yang lain. 

Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah agar mampu berkomunikasi dengan baik (sesuai situasi kondisi) dan benar (sesuai kaidah) baik secara lisan maupun tulisan.

Ruang lingkup pembelajaran bahasa Indonesia mencakup empat aspek keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan atau menyimak, membaca, menulis dan berbicara. Keempat keterampilan berbahasa tersebut terkait dan saling menunjang satu sama lain. 

Ketika mejadi seorang guru bahasa Indonesia, saya hanya fokus menyampaikan materi terkait dengan ilmu bahasa Indonesia sesuai  tujuan terutama siswa siap mengahadapi ujian akhir. 

Setelah Allah memberikan amanah menjadi seorang ibu, saya ingin membersamai perkembangan dan pendidikan anak-anak di rumah. Alhamdulillah, ketika fokus di rumah menjadi ibu rumah tangga saya semakin senang belajar lewat buku maupun melalui media  terutama jika ada pembahasan berkaitan dengan empat aspek keterampilan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Tujuannya agar memudahkan saya ketika membersamai anak-anak mengajarkan empat aspek tersebut, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. 

Menjadi ibu rumah tangga bukan hal yang buruk seperti sebagian pandangan  manusia. Bagi saya, menjadi Ibu rumah tangga adalah rasa syukur yang harus dijaga karena tidak semua perempuan mampu merasakan, membersamai suami dan anak-anak adalah  nikmat, semoga nikmat ini menjadi jalan menuju keridhoanNya. 

Walaupun menjadi ibu rumah tangga, terus berusaha untuk belajar.  Alhamdulillah,  Allah selalu hadirkan orang-orang yang mengajak dalam kebaikan. (Barakallah fiikum)  

Hingga saya menemukan hikmah bahwa semua aspek keterampilan dalam bahasa yang pernah dipelajari pada hakikatnya adalah perintah Allah subhanahu wa ta'ala.

Selama ini, saya hanya mempelajari sebagai ilmu pada umumnya. 

Sebagaimana perintah *membaca* sebagai wahyu pertama (q.s Al-'Alaq), menandakan pentingnya membaca sebagai landasan keilmuan bagi manusia. saking pentingnya malaikat jibril mengulang ayat tersebut iqra' sampai 3x kepada rasulullah.

Membaca tidak hanya konteksnya pada tulisan, tetapi membaca fenomena alam dan kejadian yang terjadi. 

*Menulis* karena ibadah, dasarnya adalah ayat Quran dan hadist. Allah memerintahkan manusia untuk menulis. “Dalam surat al-Alaq ayat 4 dan 5. Ada juga di surat al-Baqarah ayat 282 yang diperintahkan untuk menulis yang benar. Ada surat al-Qalam ayat 1, Allah bersumpah dengan pena. Sebuah alat untuk menulis.

Selain itu, Rasulullah dalam salah satu hadist bersabda:

“Ikatlah ilmu dengan tulisan” (HR. at-Thabarani).

*Menyimak atau mendengarkan* 

Di antara adab ketika Al-Quran dibacakan adalah mendengarkannya dengan baik dan diam, tidak berisik atau berbuat sesuatu yang menyebabkan kegaduhan.

Hal ini sebagai praktik dari firman Allah : 

“Dan apabila dibacakan Al-Quran maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf [7]: 204)

Aspek yang ke empat adalah *berbicara*, berdasarkan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia agar mampu berkomunikasi dengan baik dan benar. Sebagaimana Allah perintahkan untuk menjaga lisan agar berkata dengan baik. 

Dalam riwayat dari Abu Hurairah disebutkan, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam (jika tidak mampu berkata baik)" (HR: al-Bukhari dan Muslim).

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Keterbatasan ilmu pada diri saya, mungkin banyak hal yang berkaitan dengan aspek pembelajaran bahasa Indonesia belum tersampaikan. Apalagi  jika dikaji dari ilmu sastra. Sebagaimana Allah menggunakan bahasa yang indah kepada manusia secara tersurat melalui ayat-ayatnya dalam Al-Quran. Maupun tersurat melalui fenomena alam. Dapat dikatakan dalam alquran mengandung sastra tingkat tinggi karena estetika bahasa yang digunakan. 1/3 alquran adalah kisah. Terdapat banyak hikmah dari kisah- kisah. 

Bahkan sejarah perkembangan islam juga dituangkan ke dalam sastra dalam bentuk puisi dan syair. Sehingga menginspirasi sastrawan maupun ulama pada masa itu untuk menuliskan kitab dan karya sastra. semoga inspirasi itu juga mengalir kepada saya dan pembaca. Sehingga ilmu terus mengalir lewat empat aspek keterampilan pembelajaran bahasa Indonesia dengan estetika bahasa sehingga pembaca mampu mengambil setiap hikmah, meningkatkan Iman dan Taqwa. Jadi, seharusnya tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk tdak menyukai empat aspek dalam keterampilan pembelajaran bahasa Indonesia. Karena ini jelas perintah dari Allah. 

wallahualam

📝 Leni Melvita 

Bundo Alfalah dan Alfatih

You Might Also Like

0 Comments